Sosiometris dapat diartikan sebagai pendekatan teoritis dan metodologis terhadap kelompok-kelompok yang diciptakan mula-mula oleh Moreno dan kemudian dikembangkan oleh Jennings dan yang lain. Pada dasarnya teori ini berhubungan dengan “daya tarik” (attraction) dan penolakan (repulsions) yang dirasakan oleh individu-individu terhadap satu sama lain serta implikasi perasaan-perasaan ini bagi pembentukan dan struktur kelompok. Suatu uji-coba sosiometris sering kali diterapkan pada anggota-anggota kelompok untuk menentukan struktur sosiometris suatu kelompok. Uji coba pada umumnya mencakup pertanyaan-pertanyaan yang meminta anggota-anggota kelompok untuk saling menentukan peringkat mereka berdasarkan efektifitas dalam melaksanakan tugas dan daya tarik antar pribadi. Suatu analisis terhadap uji-coba memberikan gambaran tentang berbagai konfigurasi sosial atau struktur yang telah dikembangkan oleh anggota kelompok.
Meskipun
sosiometris tidak langsung berkepentingan dengan komunikasi, struktur
sosiometris dari suatu kelompok tidak dapat disangkal berhubungan dengan
beberapa hal yang terkadi dalam komunikasi kelompok. Nampaknya cukup masuk akal
untuk menganggap bahwa individu-individu yang merasa tertarik satu sama lain
dan yang saling menempatkan diri pada peringkat yang tinggi, akan lebih suka
berkomunikasi sedemikian rupa sehingga membedakan mereka dari berkomunikasi
anggota-anggota kelompok yang saling membenci. Bagaimanapun juga, hubungan yang
khusus yang terdapat antara komunikasi kelompok dan struktur sosiometris
kelompok masih perlu ditentukan.
Jadi,
sosiometri merupakan sebuah konsepsi psikologis yang mengacu pada suatu
pendekatan metodologis dan teoritis terhadap kelompok. Asumsi yang dimunculkan
adalah bahwa individu-individu dalam kelompok yang merasa tertarik satu sama
lain, akan lebih banyak melakukan tindak komunikasi, sebaliknya
individu-individu yang saling menolak, hanya sedikit atau kurang melaksanakan
tindak komunikasi. Tataran atraksi atau ketertarikan dan penolakan (repulsion)
dapat diukur melalui alat tes sosiometri, di mana setiap anggota ditanyakan
untuk memberi jenjang atau ranking terhadap anggota-anggota lainnya dalam
kerangka ketertarikan antarpribadi (interpersonal attractiveness) dan
keefektifan tugas (task effectiveness). Dengan menganalisis struktur kelompok
yang padu dan produktif yang mungkin terjadi.
Suatu
kelompok memiliki kekuatan tidak hanya untuk membangkitkan para anggotanya,
namun juga untuk membuat mereka menjadi tidak dapat diidentifikasikan. Dalam
contoh semisal ada segerombolan orang melakukan pembunuhan, pada segerombolan
yang lebih besar banyak anggotanya dan kehilangan jatidirinya menjadi
berkeinginan untuk melakukan kekejaman. Dalam kasus ini, seseorang tidak
didasarkan pada diri mereka sendiri, semua dapat mengacu perilaku individu
karena adanyan pengaruh kelompok.
Dengan adanya kondisi yang tidak diinginkan pada
individu, ada dalam diri yang namanya pertahanan ego. Pertahanan ego yaitu
mengacaukan realitas diluar maupun dalam diri. Dengan adanya pertahanan ego akan
memunculkan represi; yaitu memasukan hal-hal yang tidak menyenangkan dari dalam
kesadaran, ke dalam ketidaksadaran. Misal seperti kasus di atas mengenai
segerombolan yang melakukan pembunuhan. Oleh karena itu, represi dapat
menimbulkan pertahanan ego yang lain seperti pengalihan.
v Manfaat sosiometri
Kegunaan dari sosiometri secara garis besar adalah
sebagai berikut :
1.
Untuk
memperbaiki struktur hubungan sosial para siswa di dalam kelasnya.
2.
Memperbaiki
penyesuaian hubungan sosial siswa secara individual.
3.
Mempelajari
akibat-akibat praktik-praktik sekolah terhadap hubungan sosial di kalangan
siswa.
4.
Mempelajari
mutu kepemimpinan dalam stuasi yang bermacam-macam.
5.
Menemukan
norma-norma pergaulan antarsiswa yang diinginkan dalam kelompok / kelas bersangkutan.
v Macam-macam Sosiometri
Metode sosiometri ini mencoba untuk
menemukan individu dalam situasi di mana mereka secara spontan mengungkapkan
hubungannya. Sosiomerti dibedakan menjadi tiga tipe yaitu :
1.
Tipe
Nominatif ( nomination )
2.
Tipe Skala
Bertingkat ( Rating scale )
3.
Tipe Siapa
Dia ( who’s they )
Berikut ini akan dibicarakan secara berturut-turut
masing-masing tipe tersebut.
a.
Sosiometri Tipe Nominatif
Dalam tipe ini setiap individu dalam
kelompok ditanyai, siapa-siapa kawan yang disenangi / tidak disenangi untuk
diajak melakukan suatu aktivitas tertentu atau siapa kawannya dalam suatu pola
hubungan tertentu. Pilihan itu harus ditulis berurutan dari pilihan pertama (
paling disenangi ), pilihan kedua dan seterusnya.
Contoh-contoh pertanyaan untuk sosiometri tipe
nominatif antara lain sebagai berikut :
1.
Dengan
siapakah anda ingin duduk dalam satu bangku ?
2.
Dengan siapa
anda senang bermain ?
3.
Siapakah
kawan yang terbaik ?
4.
Dengan
siapakah anda senang bekerjasama ?
5.
Apabila anda
mendapatkan kesulitan-kesulitan, kepada siapakah anda biasanya meminta pertolongan ?
6.
Apabila
kelas anda akan melakukan kerja kelompok, dengan siapakah anda senang
berkelompok ?
Jawaban- jawaban dari pertanyaan
tersebut kita susun dalam suatu tabel. Dalam tabel yang disusun, akan dapat
kita ketahui dua hal, yaitu : pertama akan dapat diketahui luas tidaknya
hubungan sosial seseorang berdasarkan banyak sedikitnya ia mendapat pilihan
dari teman-temannya. Kedua, dapat diketahui intensitas hubungan seseorang
berdasarkan nomor pilihan yang ditujukan kepadanya.
Nama-nama pemilih ditulis di tepi sebelah
kiri berturut-turut dari atas ke bawah, sedangkan nama-nama yang dipilih
ditulis di sebewlah atas dari kiri ke kanan. Siswa putra dan putri sebaiknya
disusun secara terpisah untuk memudahkan analisis apakah ada perpecahan antara
siswa putra dan putri. Pilihan pertama kita beri skor 3, pilihan kedua kita
beri skor 2, dan pilihan ketiga kita beri skor 1.
b.
Sosiometri Tipe Skala Bertingkat
Dalam tipe ini disediakan sejumlah
statement yang disusun secara bertingkat, yaitu dari statemen yang menyatakan
huungan yang paling dekat, sampai dengan statemen yang menyatakan huungan yang
paling jauh. Dalam setiap statemen kepada individu diminta untuk mengisi nama
salah seorang temannya yang hubungannya sesuai dengan yang dinyatakan tersebut.
Contoh-contoh statemennya adalah sebagai berikut :
1.
Saya sangat
menyenangi teman ini. Saya sangat senang bersama-sama dengan teman ini
kemanapun saya pergi. Kalau saya mempunyai problem kepadanyalah saya minta
bantuan. Sebaliknya, saya pun senantiasa siap membantunya. Teman tersebut
adalah…………...
2.
Saya
menyenangi teman ini. Saya sering bekerjasama dengannya dalam menyelesaikan
tugas-tugas tertentu. Saya juga sering berbincang-bincang dengannya. Teman yang
saya maksud tersebut adalah …………………………….
3.
Saya dapat
bergaul secara baik dengan teman ini. Saya tidak keberatan. kalau ia merupakan
salah satu anggota kelompok kami. Saya dapat bekerja sama dan bemain dengan
teman ini dalam kegiatan- kegiatan sekolah, walaupun di luar sekolah saya
jarang sekali berhubungan dengannya. Teman tersebut adalah…………………………………
4.
Saya tidak
begitu akrab dengan teman ini. Di sekolah saya hanya bicara seperlunya saja.
Kalau bertemu di jalan biasanya kami hanya saling mengangguk atau sekedar
saling senyum atau saling menegur dengan ucapan “hallo” saja. Teman yang saya
maksud tersebut adalah……………….
5.
Saya tidak
menyukai teman ini. Saya selalu berusaha untuk menghindari pertemuan dengan
teman ini. Saya keberatan kalau ia dimasukkan ke dalam kelompok kami. Teman
yang saya maksud tersebut adalah ……………………….
Jawaban atau isian terhadap
statemen- statemen tersebut disusun dalam suatu tabulasi arah pilih. Pilihan
pertama diberi skor 2, pilihan kedua diberi skor 1, pilihan ketiga diberi skor
0, pilihan keempat diberi skor -1 dan pilihan kelima diberi skor -2.
c.
Sosiometri Tipe Siapa Dia
Dalam tipe ini disediakan sejumlah
statement tentng sifat-sifat individu. Sebagian dari statemen- statemen
tersebut mengungkapkan sifat yang positif dan sebagian lagi mengungkapkan sifat
yang negatif. Kepada masing-masing anggota kelompok diminta memilih
kawan-kawannya yang mempunyai sifat yang cocok dengan yang diungkapkan oleh statemen tersebut.
Sosiometri tipe ini sering juga
disebut tipe “terkalah dia” (guess who). Dan karena pada setiap statemen ada
kemungkinan pilihan lebih dari seorang, maka tipe ini sering juga disebut tipe “siapa mereka” (who are they).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar